Showing posts with label From old journals. Show all posts
Showing posts with label From old journals. Show all posts

Sunday, 5 June 2011

Berlin, 17.7.2004

Photo (C) Jimmy Perdana (www.cherfrans.tumblr.com)

Tuhan,
Cukupkan aku dengan diri-Mu.
Karna rasa tak selalu ada,
dan bahkan dua orang yang saling mencinta,
kadang tak bisa menjadi satu.

Berlin, New Year's Eve, 2004

Photo (C) Vivera Arfans
God,
I can't let go, 
I love him so.

Berlin, 24.11.2004

Photo (C) Jimmy Perdana (www.cherfrans.tumblr.com)

Dan saat itu,
Kau akan mencariku sampai ke tepi dunia
sampai jiwamu yang lelah temukan batas cakrawala.
Dan segalanya tentangku
yang tak pernah padam dalam benakmu
membuatmu tak bisa berlalu. 

Tidak tanpa aku.

Berlin, 6.11.2004

Photo (C) Jimmy Perdana (www.cherfrans.tumblr.com)

Suatu hari:
Cinta datang tiba-tiba
Untuk tinggal sesaat,
lalu beranjak. 

Suatu hari:
Semua cerita jadi kepingan cermin retak,
saat cinta berlalu
seperti angin yang terbangkan debu. 

Suatu hari kusadari,
kalau cinta bisa hidup di hari kemarin,
yang sudah berlalu dan bisu,
atau di hari esok,
yang belum pasti datang,
tapi bukan di hari ini. 

Suatu hari nanti,
Aku mesti berdamai:
dengan mimpi.

Scheveningen, 27.06.04

Photo (C) Jimmy Perdana (www.cherfrans.tumblr.com)
Sands and winds -
ships and fish with chips -
Ella Fitzgerald in my ears:
and swallowed tears. 

Fishermans' bars with wood smells -
Clam, mussels, and the shells -
Colourful dresses, lovely laces:
and missed embraces. 

The world is there, in front of me!
But without you,
how lonely.

Berlin, 6.9.2004

Photo (C) Jimmy Perdana (www.cherfrans.tumblr.com)

Aku ingin membawamu ke negeri matahari, 
negeri cinta dan suka hati. 

Aku ingin menyinarimu dengan cahaya,
yang kan hangatkan jiwa. 

Aku ingin mendekapmu dalam duniaku,
yang banyak, dan yang satu. 

Aku ingin mendengarmu dalam sunyi,
yang indah dan suci saat kita sendiri.

Aku ingin menjagamu selamanya,
karna kau berikan dirimu seutuhnya. 

Aku ingin memelukmu dalam tiada,
tapi nyata, karena kita bersama.

Aku ingin mencintaimu,
dan dicintaimu,
sepanjang hidupku. 

Berlin, 3.10.2004

(C) Jimmy Perdana

(Cinta datang satu hari,
dan membisiki mimpi-mimpi,
menghiasi dinding jiwaku,
dengan gambar tentangmu.)

Kau takkan bisa menyuruhnya pergi,
karna dia bukan milikmu. 
Ia milik sang hati,
yang juga bukan kepunyaanmu. 

Kau takkan bisa menukar apa yang kurasa,
dengan tujuh keajaiban dunia,
karna apa yang ada dalam diriku,
juga bukan kepunyaanku. 

Jadi jangan suruh dia pergi,
biar perih luka yang kau gurat, 
biar dalam sakit yang kau buat.
Biar saja sang waktu,
membawanya lalu. 

Kau takkan bisa menyuruhku
untuk berhenti mencintaimu. 

Berlin, 26.10.2004

(C) Jimmy Perdana
Sepertinya akan kuhabiskan musim gugur ini sendiri saja,
dengan cinta yang tersia-sia,
dan rasa yang mengais asa di tumpukan daun berwarna jingga. 

Sepertinya baru kemarin kita berdua,
dalam dunia yang kaya warna,
saat kurasa mentari yang hangatkan hati,
membawamu pergi. 

Seperti kutub selatan dan utara,
sepasang, tapi tak pernah bersama.
Jadi sepertinya:
akan kuhabiskan musim gugur ini sendiri saja.